Perpustakaan SMA
Siang
itu, di pertengahan waktu istirahat sekolah, aku memutuskan mengunjungi
perpustakaan sekolah. Begitu aku memasuki perpustakaan itu, bau khas yang
berasal dari lembaran kertas serta barisan buku menyambut indra penciumanku. Dinginnya
udara akibat pendingin ruangan langsung menusuk kulitku dan memecah panasnya
udara siang itu. Pada ruangan itu hanya terdengar suara kertas yang dibalik dan
suara buku yang sengaja disusun bertumpuk oleh penjaga yang sedang merapikan
buku.
Setelah
memasuki pintu utama perpustakaan, aku melihat ruangan yang dibagi menjadi
tiga, ruangan pertama adalah ruangan utama untuk tempat bercengkrama ataupun
bersantai. Ruangan tersebut berisi meja besar untuk akses siswa yang ingin
meminjam ataupun mengembalikan buku yang terletak pada sebelah kanan pintu
utama. Kemudian aku berjalan menuju komputer di sebelah meja besar tadi untuk
mengisi daftar hadir perpustakaan. Aku mengelilingkan mataku pada ruangan itu
dan melihat terdapat meja dan kursi untuk berbincang-bincang.
Kemudian aku memasuki ruangan kedua yang terletak pada
sebelah kanan dari ruangan utama. Pada ruangan itu terdapat rak buku dan ribuan
buku yang tersusun dengan rapi. Aku melihat di sana terdapat kursi baca yang
sepertinya baru saja diletakkan. Kursi tersebut berbentuk setengah lingkaran
dengan sandarannya yang multifungsi dapat digunakan sebagai rak buku. Aku
melanjutkan berkeliling dan melihat-lihat ruangan itu dan melihat beberapa
siswa sedang duduk bersama membaca buku.
Pada akhirnya, aku memutuskan berpindah dari ruangan
yang berisi banyak buku itu ke ruangan ketiga. Ruangan ini berada pada sisi
kiri dari ruangan utama. Aku membuka pintu dan mulai memasuki ruangan ketiga.
Aku mengedarkan pandanganku dan sedikit terkejut melihat ruangan luas yang
hanya beralaskan karpet hijau tanpa perabotan apapun di atasnya. Setelah aku
berkeliling, ternyata ruangan ini dipergunakan untuk sarana pembelajaran siswa
atau rapat tertentu, terbukti dengan adanya papan tulis besar berada menempel
pada sisi tembok sebelah kanan dari pintu masuk, dan adanya proyektor atau LCD
untuk menampilkan sesuatu dari laptop.
Kemudian bel tanda istirahat telah usai pun berbunyi,
akupun memutuskan keluar dari ruangan tersebut dan berniat kembali ke kelas. Ketika
aku berjalan menuju pintu keluar, aku bertemu dengan petugas yang sejak awal
masih saja menyusun banyak buku yang belum juga terlihat rapi. Akupun tersenyum
kepadanya yang dibalas senyuman ramah olehnya sembari tetap menata buku-buku
itu. Kemudian aku melanjutkan langkahku menuju pintu keluar dan memasang alas
kaki untuk kembali ke kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar