Senja di Puncak Giri
Sore itu, di kafe yang berada di puncak Giri, kota
Gresik. Matahari sudah mulai tenggelam dari sudut bumi bagian barat, menyisakan
cahaya berwarna jingga yang terasa hangat. Cahaya senja ini merubah cahaya yang
sangat menyengat siang tadi menjadi cahaya yang menenangkan. Bersantai sembari
menikmati cahaya alami berwarna jingga itu membuat pikiran suntuk menjadi
sedikit terobati.
Pada situasi seperti ini, pengunjung banyak berdatangan
menuju kafe di puncak giri. Ada pengunjung yang bergurau bersama temannya dan
ada juga yang sibuk berpose di luar ruangan dari kafe ini untuk mengabadikan
momen senja tersebut. Semakin sore, keadaan kafe semakin ramai, tidak seperti
siang tadi yang dimana pengunjung tidak dapat menikmati pemandangan di luar
kafe dikarenakan terik matahari yang begitu menyengat.
Lantai satu dari kafe ini hanya tersedia tempat
bercengkrama di dalam ruangan yang semakin ramai didatangi pengunjung. Sebelumnya
hanya dua sampai tiga meja yang terisi, sekarang seiring tenggelamnya matahari,
seluruh meja di lantai satu sudah dipenuhi oleh pengunjung yang duduk dan
menikmati hidangan di depannya. Terdengar jelas suara para pengunjung yang
sedang bersenda gurau dan ada juga yang sibuk berbincang dengan ekspresi serius.
Hal tersebut membuat kafe ini semakin terasa ramai.
Menuju ke lantai dua pada kafe ini, terdapat tempat
bercengkrama di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Di lantai ini, mulai
banyak pengunjung yang sibuk dengan sesi berfotonya karena desain bangunan kafe
ini yang sangat unik dan bagus untuk dijadikan tempat foto. Pada setiap ukiran
pilar dan dindingnya terlihat seperti pada zaman romawi dengan nuansa putih. Berjalan
ke luar ruangan, dapat terlihat beberapa pasang muda mudi yang sedang
berbincang sembari menikmati langit jingga yang semakin menambah keromantisan
dan juga terlihat segerombolan anak muda yang tertawa lepas.
Matahari sudah tenggelam sempurna. Lampu-lampu indah
sudah dinyalakan oleh sang pemilik kafe. Menuju lantai terakhir pada kafe ini,
yaitu lantai ke tiga. Lantai ini semuanya berkonsep luar ruangan yang dipenuhi
lampu-lampu indah. Di lantai ini, banyak sekali pengunjung yang mengabadikan
momen meskipun hari sudah gelap. Sudut paling depan dari lantai ini terdapat
meja yang menempel pada dinding pembatas. Posisi ini menjadi tempat favorit
pengunjung ketika malam hari karena mereka dapat dengan jelas melihat gemerlap
lampu kota Gresik.
Malam semakin larut, satu persatu pengunjung beranjak
pergi meninggalkan kafe. Beberapa pelayan pun mulai membersihkan sisa-sisa
gelas dan piring malam itu. Aku pun ingin beranjak untuk pulang karena kafe
akan tutup tepat pukul 22.00 WIB. Beberapa lampu sudah dimatikan dan seketika
keadaan menjadi sunyi. Tidak terdengar lagi suara gurauan dari para pengunjung
dan kafe itu kembali sepi.