Rabu, 14 April 2021

Menikmati Senja sambil Bersantai

 

Senja di Puncak Giri

            Sore itu, di kafe yang berada di puncak Giri, kota Gresik. Matahari sudah mulai tenggelam dari sudut bumi bagian barat, menyisakan cahaya berwarna jingga yang terasa hangat. Cahaya senja ini merubah cahaya yang sangat menyengat siang tadi menjadi cahaya yang menenangkan. Bersantai sembari menikmati cahaya alami berwarna jingga itu membuat pikiran suntuk menjadi sedikit terobati.

            Pada situasi seperti ini, pengunjung banyak berdatangan menuju kafe di puncak giri. Ada pengunjung yang bergurau bersama temannya dan ada juga yang sibuk berpose di luar ruangan dari kafe ini untuk mengabadikan momen senja tersebut. Semakin sore, keadaan kafe semakin ramai, tidak seperti siang tadi yang dimana pengunjung tidak dapat menikmati pemandangan di luar kafe dikarenakan terik matahari yang begitu menyengat.

            Lantai satu dari kafe ini hanya tersedia tempat bercengkrama di dalam ruangan yang semakin ramai didatangi pengunjung. Sebelumnya hanya dua sampai tiga meja yang terisi, sekarang seiring tenggelamnya matahari, seluruh meja di lantai satu sudah dipenuhi oleh pengunjung yang duduk dan menikmati hidangan di depannya. Terdengar jelas suara para pengunjung yang sedang bersenda gurau dan ada juga yang sibuk berbincang dengan ekspresi serius. Hal tersebut membuat kafe ini semakin terasa ramai.

            Menuju ke lantai dua pada kafe ini, terdapat tempat bercengkrama di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Di lantai ini, mulai banyak pengunjung yang sibuk dengan sesi berfotonya karena desain bangunan kafe ini yang sangat unik dan bagus untuk dijadikan tempat foto. Pada setiap ukiran pilar dan dindingnya terlihat seperti pada zaman romawi dengan nuansa putih. Berjalan ke luar ruangan, dapat terlihat beberapa pasang muda mudi yang sedang berbincang sembari menikmati langit jingga yang semakin menambah keromantisan dan juga terlihat segerombolan anak muda yang tertawa lepas.

            Matahari sudah tenggelam sempurna. Lampu-lampu indah sudah dinyalakan oleh sang pemilik kafe. Menuju lantai terakhir pada kafe ini, yaitu lantai ke tiga. Lantai ini semuanya berkonsep luar ruangan yang dipenuhi lampu-lampu indah. Di lantai ini, banyak sekali pengunjung yang mengabadikan momen meskipun hari sudah gelap. Sudut paling depan dari lantai ini terdapat meja yang menempel pada dinding pembatas. Posisi ini menjadi tempat favorit pengunjung ketika malam hari karena mereka dapat dengan jelas melihat gemerlap lampu kota Gresik.

            Malam semakin larut, satu persatu pengunjung beranjak pergi meninggalkan kafe. Beberapa pelayan pun mulai membersihkan sisa-sisa gelas dan piring malam itu. Aku pun ingin beranjak untuk pulang karena kafe akan tutup tepat pukul 22.00 WIB. Beberapa lampu sudah dimatikan dan seketika keadaan menjadi sunyi. Tidak terdengar lagi suara gurauan dari para pengunjung dan kafe itu kembali sepi.

Jumat, 12 Maret 2021

DESKRIPSI RUANG? Simak contohnya berikut ini.

 

Perpustakaan SMA

            Siang itu, di pertengahan waktu istirahat sekolah, aku memutuskan mengunjungi perpustakaan sekolah. Begitu aku memasuki perpustakaan itu, bau khas yang berasal dari lembaran kertas serta barisan buku menyambut indra penciumanku. Dinginnya udara akibat pendingin ruangan langsung menusuk kulitku dan memecah panasnya udara siang itu. Pada ruangan itu hanya terdengar suara kertas yang dibalik dan suara buku yang sengaja disusun bertumpuk oleh penjaga yang sedang merapikan buku.

            Setelah memasuki pintu utama perpustakaan, aku melihat ruangan yang dibagi menjadi tiga, ruangan pertama adalah ruangan utama untuk tempat bercengkrama ataupun bersantai. Ruangan tersebut berisi meja besar untuk akses siswa yang ingin meminjam ataupun mengembalikan buku yang terletak pada sebelah kanan pintu utama. Kemudian aku berjalan menuju komputer di sebelah meja besar tadi untuk mengisi daftar hadir perpustakaan. Aku mengelilingkan mataku pada ruangan itu dan melihat terdapat meja dan kursi untuk berbincang-bincang.

Kemudian aku memasuki ruangan kedua yang terletak pada sebelah kanan dari ruangan utama. Pada ruangan itu terdapat rak buku dan ribuan buku yang tersusun dengan rapi. Aku melihat di sana terdapat kursi baca yang sepertinya baru saja diletakkan. Kursi tersebut berbentuk setengah lingkaran dengan sandarannya yang multifungsi dapat digunakan sebagai rak buku. Aku melanjutkan berkeliling dan melihat-lihat ruangan itu dan melihat beberapa siswa sedang duduk bersama membaca buku.

Pada akhirnya, aku memutuskan berpindah dari ruangan yang berisi banyak buku itu ke ruangan ketiga. Ruangan ini berada pada sisi kiri dari ruangan utama. Aku membuka pintu dan mulai memasuki ruangan ketiga. Aku mengedarkan pandanganku dan sedikit terkejut melihat ruangan luas yang hanya beralaskan karpet hijau tanpa perabotan apapun di atasnya. Setelah aku berkeliling, ternyata ruangan ini dipergunakan untuk sarana pembelajaran siswa atau rapat tertentu, terbukti dengan adanya papan tulis besar berada menempel pada sisi tembok sebelah kanan dari pintu masuk, dan adanya proyektor atau LCD untuk menampilkan sesuatu dari laptop.

Kemudian bel tanda istirahat telah usai pun berbunyi, akupun memutuskan keluar dari ruangan tersebut dan berniat kembali ke kelas. Ketika aku berjalan menuju pintu keluar, aku bertemu dengan petugas yang sejak awal masih saja menyusun banyak buku yang belum juga terlihat rapi. Akupun tersenyum kepadanya yang dibalas senyuman ramah olehnya sembari tetap menata buku-buku itu. Kemudian aku melanjutkan langkahku menuju pintu keluar dan memasang alas kaki untuk kembali ke kelas.

 

Senin, 22 Februari 2021

Bahasa Indonesia Profesi "Wawasan Kebahasaindonesiaan"

 


   Berdasarkan video XENOGLOSOFILIA tersebut, dapat dilihat bahwa pada kemajuan zaman seperti saat ini, semakin banyak anak muda bahkan generasi sebelumnya yang mulai fasih dalam menggunakan bahasa asing untuk campuran dalam berkomunikasi sehari-hari. Istilah metonimia sangat cocok dalam keadaan ini, dimana masyarakat baik generasi sekarang dan generasi sebelumnya banyak menggunakan merek untuk menyebutkan nama genetik, contohnya seperti merek "Aqua" sering digunakan untuk mengganti sebutan "air mineral". Namun, ada juga istilah teknis yang wajar jika belum dipadankan, seperti "bungee jumping" jika dipadankan menjadi "terjun lenting" maka belum banyak yang mengetahui kata tersebut. Tetapi, ada istilah sehari-hari yang sangat mudah dipadankan namun masih sering digunakan, seperti kata "which is" harus diubah menjadi "yang". Hal ini sangat penting diperhatikan dan dibiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama bagi generasi sekarang agar tidak menggunakan bahasa yang campuran dalam berkomunikasi sehari-hari, karena jika berbicara menggunakan satu bahasa akan menunjukkan kemampuan kita dalam memilih bahasa yang tepat. Oleh karena itu, kita boleh menguasai bahasa asing agar dapat menang dalam persaingan internasional namun diminta untuk tidak terlalu berlebihan dalam kesukaan terhadap bahasa asing sehingga tetap mengutamakan Bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah.

Menikmati Senja sambil Bersantai

  Senja di Puncak Giri             Sore itu, di kafe yang berada di puncak Giri, kota Gresik. Matahari sudah mulai tenggelam dari sudut bu...