Berdasarkan video XENOGLOSOFILIA tersebut, dapat dilihat bahwa pada kemajuan zaman seperti saat ini, semakin banyak anak muda bahkan generasi sebelumnya yang mulai fasih dalam menggunakan bahasa asing untuk campuran dalam berkomunikasi sehari-hari. Istilah metonimia sangat cocok dalam keadaan ini, dimana masyarakat baik generasi sekarang dan generasi sebelumnya banyak menggunakan merek untuk menyebutkan nama genetik, contohnya seperti merek "Aqua" sering digunakan untuk mengganti sebutan "air mineral". Namun, ada juga istilah teknis yang wajar jika belum dipadankan, seperti "bungee jumping" jika dipadankan menjadi "terjun lenting" maka belum banyak yang mengetahui kata tersebut. Tetapi, ada istilah sehari-hari yang sangat mudah dipadankan namun masih sering digunakan, seperti kata "which is" harus diubah menjadi "yang". Hal ini sangat penting diperhatikan dan dibiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama bagi generasi sekarang agar tidak menggunakan bahasa yang campuran dalam berkomunikasi sehari-hari, karena jika berbicara menggunakan satu bahasa akan menunjukkan kemampuan kita dalam memilih bahasa yang tepat. Oleh karena itu, kita boleh menguasai bahasa asing agar dapat menang dalam persaingan internasional namun diminta untuk tidak terlalu berlebihan dalam kesukaan terhadap bahasa asing sehingga tetap mengutamakan Bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah.